Selasa, 09 Januari 2018

Kedalaman yang Tidak Mengejutkan dan Ragam Cerita Kuno Ditulis Tentang Yesus

Google Translate dari : http://coldcasechristianity.com/2013/the-unsurprising-depth-and-variety-of-ancient-stories-written-about-jesus/

Kadang saya mendapat email dari skeptis yang menantang historisitas Yesus karena apa yang mereka lihat sebagai kekurangan dalam catatan sejarah. Jika seseorang seperti Yesus benar-benar ada, melakukan mukjizat dan bangkit dari antara orang mati, bukankah hidup dan kebangkitan-Nya telah menciptakan "riak" historis yang jauh lebih besar di zaman purbakala? Bukankah hasil kehidupan di lebih dari empat Injil? Ternyata, kehidupan Yesus menghasilkan respons seperti yang kita harapkan jika itu benar. Penulis dalam empat ratus tahun pertama setelah kehidupan dan kebangkitan Yesus menghasilkan banyak sekali tulisan non-kanonik tentang penampilan-Nya yang luar biasa di planet bumi. Tidak mengherankan, kehidupan Yesus tidak luput dari perhatian dunia purba. Puluhan dokumen muncul di lokasi sekitar Mediterania, ditulis oleh penulis dengan berbagai motivasi. Para penulis ini sering mengkooptasi pribadi Yesus untuk tujuan mereka sendiri, membuat kebohongan pada kebenaran mendasar dari Injil Kanonik yang akurat. Hasil? Sejumlah legenda dan distorsi yang tidak dapat dipercaya dalam kategori berikut:

Injil bayi
Teks-teks ini ditulis untuk melengkapi informasi yang kurang dari empat Injil yang berkaitan dengan masa kanak-kanak Yesus. Orang-orang percaya awal lapar akan informasi lebih banyak tentang masa muda Yesus ini, dan Injil-injil ini berusaha memuaskan rasa lapar itu. Sebagian besar cerita tentang Yesus didasarkan pada "Injil Bayi James" dan "Injil Bayi Thomas", dan semuanya muncul dalam sejarah setelah Injil kanonik (sebagaimana ditulis untuk menanggapi laporan saksi mata ini).

Injil Yahudi
Ada banyak kelompok pemeluk agama Yahudi di awal agama Kristen yang mempertahankan identitas Yahudi mereka yang kuat. Akibatnya, kelompok-kelompok ini biasanya menjunjung dan mempertahankan Hukum Musa, dan Injil mereka mencerminkan kecenderungan teologis ini. "Injil orang Ebion", "Injil orang Ibrani" dan "Injil orang-orang Nazi" adalah tiga teks yang mewakili kelompok ini. Tak satu pun dari teks-teks ini bertahan, namun kita melihat referensi kepada mereka dalam surat-surat yang ditulis oleh Bapa Gereja Awal yang kritis terhadap teologi dan keterwakilan mereka tentang kehidupan Yesus.

Injil ucapan
Beberapa teks non-kanonik awal yang berhubungan dengan Yesus tidak lebih dari kumpulan ucapan yang kurang memiliki narasi yang mengikat ucapan ini bersama-sama. "Injil Thomas" adalah salah satu contohnya.

Injil passion
Beberapa teks kuno secara khusus difokuskan pada persidangan, penyaliban dan kebangkitan Yesus. Kisah-kisah ini tidak mengatakan apapun tentang hidup-Nya sebelum passion. "Injil Bartholomew" adalah salah satu contohnya.

Tulisan Gnostik
Ada sejumlah teks kuno yang ditemukan di koleksi Gnostik (seperti "Perpustakaan Nag Hammadi") yang menegaskan pandangan Gnostik tentang pengetahuan tersembunyi dan esoterik. Injil-Injil ini sering muncul di awal sejarah karena kelompok-kelompok ini sudah ada dan berkembang dengan baik bahkan sebelum Yesus lahir. Akibatnya, banyak kelompok Gnostik hanya mengkooptasi narasi Yesus untuk tujuan mereka sendiri. Banyak dokumen Gnostik ini menggambarkan Yesus dalam serangkaian dialog, memberikan pengetahuan tersembunyi yang ditujukan bagi beberapa orang percaya yang merupakan bagian dari sekte tersebut.

Bersaing dan Mengubah Injil
Beberapa kelompok dan pemimpin sekte berusaha untuk memberikan pandangan yang bersaing tentang Yesus, dengan mengklaim pandangan mereka, termasuk fakta yang diabaikan dalam Injil sebelumnya, atau mengecualikan apa yang mereka yakini tidak benar tentang Injil sebelumnya. Teks-teks ini sering diserang oleh para Bapa Gereja Awal sebagai bidah, dan sebagian besar dokumen ini telah hilang selama berabad-abad. Sedikit yang kita ketahui tentang mereka adalah apa yang digambarkan oleh Bapa Gereja.

Mengingat iklim religius budaya di sekitar Mediterania pada empat abad pertama, koleksi literatur non-kanonik ini persis seperti yang kita harapkan jika Injil Perjanjian Baru benar. Puluhan dokumen ditulis tentang Yesus oleh kelompok yang ingin memanfaatkan momen luar biasa ini dalam sejarah. Injil-injil non-kanonik, meskipun mereka terlambat menuliskan sejarah yang telah ditulis oleh saksi mata, menunjukkan jenis respons legendaris yang harus kita harapkan jika Yesus benar-benar hidup, melakukan mukjizat dan bangkit dari kematian.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar